Tips

Akibat Klep Bocor, Busi Cepat Mati

Salah satu unsur pemicu busi cepat mati adalah terjadi kebocoran di seputar bibir payung klep. Sehingga komposisi campuran bensin-udara di ruang bakar tak ideal, bahkan sebagian justru malah terbuang keluar.

Pada kondisi ini, akhirnya busi juga yang diserang. Sebab elektroda busi sulit memantik gas bakar. Jadinya busi basah melulu karena campuran bensin yang tidak terbakar itu.

Selain hilang tenaga, motor juga sulit hidup. Kalaupun hidup, karbu sulit diseting langsam lantaran ada gas bakar kembali tertekan ke arah moncong karbu diawal starter. Alhasil gas bakar mentah justru membasahi busi dan komponen sekitarnya.

Nah, untuk memaksimalkan kerja payung klep agar tidak bocor kompresi, komponen satu ini mesti disekir ulang. Atau istilahnya dibikin dudukan alur baru agar payung dan sitting klep enggak rembes waktu gas bakar dimampatkan.

Sekir ulang bisa dan baik dikerjakan sendiri pakai tangan. Supaya hasil kikisan pada payung klep dengan sitting klep alurnya jauh lebih rata. Buat sitting dan payung klep lama bisa langsung pakai pasta amril halus dan digosok selama 5 menit. Tapi, kalau keduanya baru, baiknya gunakan dulu amril kasar.

Pakai Karbu RX-King di Thunder 125? Pakai Intake Scorpio-Z

Cara dongkrak tenaga Suzuki Thunder 125 bisa pakai karbu alias karburator Yamaha RX-King. Agar terpasang sempurna sekalian pasang intake manifold punya Yamaha Scorpio-Z.

“Arah karbu sama dengan standar. Ubahannya sedikit banget” ujar Ceng Kun, pemilik dan mekanik Ceng Kun Motor Sport (CMS) di Tangerang, Banten.

Pilihan karburator Thunder 125, salah satunya pakai komponen pengabut bahan bakar RX-King. Dulu pilihannya tetap mengandalkan leher angsa asli Thunder 125. Siasat pemasangannya, bisa pakai adaptor supaya moncong karbu bisa masuk ke intake Thunder 125.

Pilihan ini kali pakai intake manifold punya Scorpio-Z. Pemasangannya cuma menggeser posisi lubang baut pada intake ke atas, agar pas dengan baut di kepala silinder mesin Thunder.

“Dilubangi pakai bor tuner 1 mm di lubang baut intake yang ke mesin,” ungkap Ceng Kun yang bisa juga dipanggil Jaka yang bukan Sembung itu.“Dilubangi pakai bor tuner 1 mm di lubang baut intake yang ke mesin,” ungkap Ceng Kun yang bisa juga dipanggil Jaka yang bukan Sembung itu.


Pelampung ditinggikan jadi 23 mm

Sebelum karbu dipasang ke intake Scorpio-Z, karburator RX-King sebelumnya kudu diseting ulang. Main-jet Mikuni 26 ini diturunkan ukurannya dari 150 atau 145 jadi 125. Klip jarum skep juga harus ikut digeser garis kedua dari atas.

“Atasnya dibikin kering supaya pas gas dibuka enggak mbebek,” cerocos Ceng Kun yang kalau ngomong susah distop. Jangan lupa juga pelampung bensin kudu ditinggikan. Standarnya tinggi pelampung karbu RX-King 20 mm atau 21 mm.

Buat penggunaan di Thunder 125 ukuran tinggi pelampung pengabut RX-King jadi 23 mm. “Menyesuaikan karakter suplai bensin pada mesin 4-tak. Biar pas aja,” tegas Ceng Kun.

Jika ditotal biayanya lebih dari Rp 900 ribu. Karbu RX-King asli dan baru Rp 800 ribuan dan intake Scorpio-Z Rp 100 ribu. Kalau mau irit pakai yang bekas.

Bikin Lampu Undertail? Manfaatkan Lampu Gardu Listrik..

Penyuka modifikasi sport banyak yang adopsi undertail. Terutama untuk mengejar kesan nungging di bagian belakang. Tapi, sayangnya ada keterbatasan dalam memilih lampu yang tepat. Saking terbatasnya pilihan, ada yang nekat tidak pakai lampu. Wah, bahaya, Bro!

Ariawan Wijaya  coba kasih ide menarik. Kalau sobat pernah lihat mika lampu yang menempel di gardu tegangan tinggi. Itu bisa dijadikan sebagai pemanis. Sekaligus tetap pakai stop lamp. Daripada tidak pakai lampu sama sekali.

“Pilihan warna ada merah dan kuning. Sangat cocok dan simpel ditempatkan tepat di kolong undertail. Karena tidak memakan tempat banyak.
Pertama, lampu itu ditempelkan di undertail. Langkah selanjutnya hanya tinggal sambung kabel. Tanpa perlu ganti soket lagi.

“Cukup potong dari soket orisinal, setelah itu baru tempel atau sambung kabel. Gampang, kan.
Jika ingin ganti bohlam saat putus, tersedia derat untuk membuka mika lampu. Tidak perlu lagi membongkar apalagi merusak bodi lampu.

Penggantian bohlam juga bisa pakai bohlam asli bawaan motor. Atau dengan model bohlam yang lebih besar sedikit. Sementara untuk bohlam jenis LED juga bisa. “Namun terlebih dahulu harus potong dudukan rumah lampu. Karena bohlam LED biasanya lebih besar.

Ini, 5 Masalah Motor Injeksi Akibat Bahan Bakar Buruk!

Honda Supra X 125 PGMFi atau Honda Susi (Supra Injeksi) diklaim minim perawatan. Terutama komponen penyuplai gas bakar. Sebab aliran gas bakar ke dapur pacu mulai dari pompa bensin, nozel, injekor, trothle body hingga timing pengapian sudah diatur Eletronic Controle Modul (ECM). Sehingga tak perlu lagi bongkar-pasang macam karburator.

Pun begitu, untuk mempertahankan performa, jangan sembarang konsumsi bensin. “Sebab kualitas kurang baik dan filter udara kotor bikin putaran mesin sulit langsam, mbrebet hingga mengikis

komponen,” ujar Hendra Surya, chief instruktur sekolah mekanik HMTC (Hartomo Mechanical Training Center) cabang Surabaya.

Penyebab timbul gejala itu ada 5 faktor. Pertama dan paling vital bila kerap konsumsi bensin kualitas rendah. Apalagi filter udara jarang dibersihkan tiap 4.000 km. Kedua, jika diabaikan biasanya dalam tangki banyak endapan. Itu dapat menyumbat filter pompa bensin dan berdampak ke nozel dan injektor.

“Ketiga, kalau nozel dan injector sudah dihinggapi kotoran, bukan cuma aliran tersendat, tapi 4 lubang injektor berdiameter 0,153 mm bisa saja terkikis. Alhasil, suplai bensin deras dan tidak mengabut.

Faktor ke-4 bila Trotthle Position Sensor (TPS) di throtle body tertimbun kotoran akibat kualitas bensin atau filter udara kotor. Akibatnya sensor sulit kasih sinyal ke ECM berapa derajat katup kupu-kupu, untuk disesuaikan aliran bensin. Langsam jadi gak oke.

Terakhir atau ke-5 bila soket atau konektor kabel ada yang kendur atau copot. Baiknya untuk selalu cek kondisinya. “Cuma meski injeksi tidak perlu melakukan bongkar-pasang untuk servis berkala, ada baiknya filter dan lubang aliran injeksi dibersihkan pakai cairan khusus.

Setting Langsam Motor Injeksi, Lakukan Dari Mur-Baut Stasioner

injeksi terkenal minim perawatan, terutama komponen penyuplai gas bakarnya. Sampai-sampai dari pabriknya mur-baut stasioner dikunci pakai cat agar tidak bisa diutak-atik.

Kendalanya kalau tatakan ujung baut penyetel stasioner mulai terkikis dan berlubang akibat throttle gas sering dibukatutup. Seperti terjadi di Honda Susi alias Supra Injeksi atawa Supra X 125 PGM-FI.

Saat permukaan tatakan mulai berubah. Langsam jadi turun menyesuaikan posisi katup buluh di trotthle body yang agak tertutup hingga mempengaruhi aliran gas bakar. Dengan begitu, motor injeksi pun sulit langsam.

“Kalau memang sudah sulit langsam, seting ulang saja dari mur-baut stasioner yang posisi awalnya dikontra dan ditandai cat agar tidak diutak-atik pada awal motor ini diluncurkan,” ujar Fajar Jaka Mursena, mekanik MBG dari Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Adapun cara untuk memperbaiki putaran mesin kembali normal atau langsam, pertama kali adalah mengendurkan mur yang bertugas mengkunci atau kontra baut penyetel agar posisinya tidak berubah.

Begitu kendur, gunakan obeng min untuk memutar baut lebih dalam (ke arah kanan) hingga putaran mesin sedikit naik dari biasanya. Lantas biar tidak mudah geser akibat getaran, mur kembali dikencangkan.

“Sebagai ancar-ancar, putaran stationer untuk motor injeksi macam Honda Supra X 125 PGM-FI, Suzuki Shogun FI dan Yamaha V-ixion ada di angka rpm 1.400 plus-minus 100 rpm,” wanti Fajar.

Bersihkan Filter Busa Jangan Pakai Bensin!

Umumnya, motor tipe lama masih aplikasi filter udara busa untuk menangkap kotoran semacam debu. Part ini, punya karakter yang bisa dibersihkan dan dipakai lagi. Demi menjaga performa engine pacuan kesayangan.

Tapi, jangan sembarang bersihkan ya. Ada perlakuan khusus. Filter busa aplikasi bahan campuran polyurethane. “Membersihkannya, sebaiknya jangan gunakan bensin,” buka Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM).

Bukan tanpa alasan, Edhi berkata seperti itu. Sebelum busa, ada kawat jaring yang terpasang di boks filter. Kawat yang disebut flame strap ini punya fungsi untuk menangkis balikan api dari ruang bakar agar tidak terkena busa.

Meski belum tentu terjadi, tapi jelas sudah kenapa busa itu sebaiknya tidak dicuci pakai cairan yang mudah terbakar. Sebab jika ada api tercipta, maka busa akan mudah terbakar.

Baiknya, jangan gunakan bensin. Tapi, bisa saja pakai solar. Toh, itu hanya sebatas dicuci saja. “Setelah dicuci dan diperas, sebaiknya diberikan oli dan diperas lagi,” saran Anjar, mekanik Mulia Mitra Motor di Jl. H Mencong Raya, No. 41, Ciledug, Tangerang. Ketika merasnya jangan dipelintir ya.

Tujuannya diberikan oli, tentu agar kotoran atau debu yang terisap saluran filter bisa menempel di busa. Tapi baiknya jika ada, gunakan oli yang punya viskositas SAE 80-90. Misalnya, oli gardan.

Ditambahkan Edhi, sebab pori-pori yang diaplikasi filter polyurethane ini tergolong besar. Jika pakai oli tipe mesin, tentu daya tangkap dan tempel debu di busa tidak sebaik oli kental. “Pori-pori ini lebih besar dari filter kertas,” jelas pria yang berkantor di Astra Honda Training Center, Sunter, Jakarta Utara ini.

Nih, Efek Gap Busi Terlalu Rapat atau Longgar

Celah atau gap busi tidak sesuai peruntukan membuat letikan api busi jadi tidak maksimal. Dan itu cenderung merusak komponen pendukung, macam koil. Celah busi umumnya 0,6 mm hingga 0,8 mm. Jika lewat dari batas itu, ada konsekuensi. Gap terlalu renggang, risikonya jauh lebih besar ketimbang rapat.

“Gap terlalu jauh sering missfire. Pembakaran tidak sempurna akibat busi enggak stabil meletikan api. Stasioner atau idel mesin enggak normal, boros bensin dan bikin lemah koil,” ulas Hidayat alias Kaka mekanik Kaka Racing yag mangkal Jl. H. Abdul Rojak, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Sebaliknya gap busi terlalu rapat, juga bisa bikin mesin cepat panas. Malah ketika diajak berakselerasi, timbul gejala ngelitik. Itu lantaran gas bakar yang tidak terbakar sempurna dan masih banyak yang tidak terpantik.

Untuk memastikan, MOTOR Plus buktikan di motor baru. Di Suzuki Smash Titan 115. Ketika gap busi diseting sangat rapat, saat langsam memang tidak ada masalah. Namun begitu grip gas dibuka besar dan rpm mesin berputar lebih tinggi, terasa putarannya lambat naik. Apalagi ketiika diajak berkendara di jalan, tenaga terasa lemah. Rasanya kayak motor ditahan dari belakang.

Sebaliknya kalau gap renggang. Saat mesin dihidupkan, langsam memang terasa agak cepat dari biasanya. Tapi, begitu grip gas dibuka lebar, putaran mesin atasnya baru terasa ada gejala misfire. Terdeteksi munculnya mbrebet di rpm tinggi dan terkadang juga muncul letupan.

Komentar
  1. kalo ganti karbu sama karbu rx king itu bisa menghabiskan bensin yang cukup banyak ga alias boros ??

  2. DIKIN berkata:

    ALAMATNYA BENGKEL CMS DIMANA MAS BRO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s